Penghargaan Inovatif Leader dari Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Diterima Wako Erman Safar

Uncategorized

Penghargaan Inovatif Leader dari Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi Diterima Wako Erman Safar

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, SH, menerima penghargaan inovatif Leader bidang Usaha Mikro, Kecil dam Menengah (UMKM) dan Pariwisata berasal dari Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi. Penghargaan itu, diberikan dalam kronologis Tabligh Akbar bersama dengan Ustadz Koh Dennis Lim, di Balairung Rumah Dinas Wako, Sabtu 01 Juli 2023. Wakil Rektor 2 Universitas Moh. Natsir, Reni Khaidir, M. Kep, menjelaskan, kesuksesan Wako Bukittinggi dalam menjalankan program kerakyatan patut diacungi jempol. Berbagai upaya dijalankan untuk menaikkan ekonomi rakyat, bidang UMKM dan terhitung pariwisata, ucapnya.

“Kami udah laksanakan penilaian dan mempelajari bagaimana Wali Kota Bukittinggi sepanjang kepemerintahannya bergerak di bidang UMKM dan pariwisata. Keberpihakannya terhadap UMKM dan bidang pariwisata, memang patut dianggap dan dihargai. Program yang dilaksanakan, terbukti menaikkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya. Untuk itu, Universitas Mohammad Natsir, berikan penghargaan dan anugerah terhadap Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, sebagai inovatif leader dalam bidang UMKM dan pariwisata, lanjutnya. Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, mengapresiasi penilaian dan penghargaan berasal dari Universitas Mohammad Natsir, terhadap program pemberdayaan masyarakat, yang dijalankan Pemko Bukittinggi.

“Terima kasih terhadap Universitas Mohammad Natsir. Apa yang kita laksanakan murni untuk selamatkan ekonomi masyarakat. Kami berharap, kedepan, terbangun sinergisitas bersama dengan beraneka perguruan tinggi di Bukittinggi, keliru satunya UMN, dalam beraneka bidang, terlebih bidang pendidikan,” ungkap Wako. Lebih lanjut, dalam kesibukan Tabligh Akbar ini, menghadirkan Ustadz Koh Dennis Lim. Dalam tausiyahnya, Ustadz Koh Dennis Lim, menyampaikan, generasi muda harus melindungi diri bersama dengan menaikkan iman dan taqwa. Ilmu yang digali harus dibarengi bersama dengan memperdalam ilmu agama. “Ilmu itu ibarat mahkota. Ilmu itu ibarat harta, enteng dibawa namun tidak bisa dicuri. Makin tinggi ilmu, iman akan semakin kuat. Orang paling mulia di mata Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah,” ujarnya.

UGM Bersama Universitas Pattimura Bahas Pengendalian Virus Nyamuk Demam Berdarah

Pentingnya sinergi bidang kesehatan di dalam berkontribusi menanggulangi persoalan kesehatan nasional diwujudkan di dalam berbagai program kerja serupa antar universitas. Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura di dalam rangkaian “Festival Pascasarjana FK-KMK UGM” terhadap Sabtu (dikuti di laman https://www.smkn5-tng.com/).

Acara yang disiarkan segera dari Aula Fakultas Kedokteran Universitas Pattimura, Ambon selanjutnya dihadiri segera oleh akademisi dari dua universitas. “Tujuan utama kami berkunjung melakukan roadshow ini adalah untuk memperkenalkan bidang studi di UGM. Kita menyadari bahwa persebaran tenaga kesehatan waktu ini tidak merata, dan terlalu dibutuhkan. Kami berharap, acara ini mampu tingkatkan ilmu dan tingkatkan alternatif bagi para dosen, baik dari S1 ke S2, maupun S2 ke studi S3,” ucap dr. Ahmad Hamim Sadewa, Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik & Kemahasiswaan FK-KMK UGM.

Pertemuan dua kampus ini jadi wadah diskusi di dalam membicarakan berbagai isu kesehatan. “Besar harapan kami terhadap FK-KMK UGM untuk tidak hanya berdiskusi di sini, tetapi termasuk mampu berkolaborasi lebih lanjut, khususnya di dalam Tridarma perguruan tinggi,” ungkap Dekan Fakultas Kedokteran Unpatti, Dr. dr. Bertha Jean Que, Sp.S., M.Kes. Menurutnya, keliru satu segi ketidakmerataan tenaga medis, khususnya dokter adalah sebab enggannya lulusan sarjana kedokteran untuk menyita studi profesi tak sekedar dokter spesialis. Hal ini termasuk mendapat dukungan dengan adanya kebijakan usia maksimal pendidikan S2 adalah 35 tahun.